Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 November 2010

Isaac Newton


Sir Isaac Newton (25 Desember 1642 - 20 Maret 1727) adalah ilmuwan paling besar dan paling berpengaruh yang pernah hidup di dunia. Ia dikenal sebagai seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi dan juga ahli kimia. Ia lahir di Woolsthrope, Inggris, tepat pada hari Natal tahun 1642, bertepatan juga dengan tahun wafatnya Galileo. Newton menghembuskan napas 20 Maret 1727. Ia dikebumikan di Westminster Abbey, dimana orang-orang besar Inggris, di makamkan dan menjadi ilmuwan pertama yang memperoleh penghormatan macam itu.

Newton memiliki tubuh yang tidak terlalu tinggi, tetapi menjelang dewasa, ia tampak sebagai orang yang cukup gagah. Ia sering lupa diri, terutama jika ia berada di tengah-tengah upaya untuk memecahkan atau untuk mendapatkan pemahaman tentang suatu teori. Ia kadang duduk berjam-jam di sisi tempat tidurnya sambil setengah bertelanjang dada. Ia juga sering lupa apakah ia sudah makan atau belum. Ia tidak berkacamata dan memiliki gigi yang sehat, yang berguna sebagai identifikasi pada saat kematiannya.
Newton merupakan orang yang temperamental, kata-katanya sering menyakitkan, senang dipuji, ambisius, dan mudah tersinggung bila ada orang yang berbeda pendapat. Ia juga orang yang mudah marah dan mudah curiga. Salah satu contoh kemarahannya adalah saat ia beradu argumentasi dengan temannya sendiri, Leibniz dari Jerman.

Newton tinggal di London di suatu tempat yang nyaman dan asri. Ia mempunyai seorang keponakan yang cantik, yang mengurus segala keperluan rumah, bagi dirinya. Beliau merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika modern. Hukum-hukum yang ditelorkan dan penemuan-penemuan Newton, dua sampai tiga kali lebih banyak jumlahnya, dibanding ilmuwan yang manapun.

Masa Kecil

Isaac Newton dilahirkan di Woolsthorpe, sebuah desa kecil yang terletak di bagian tenggara dari sebuah daerah yang menjadi jantung industri Inggris. Ia lahir prematur, dan karena sedemikian kecilnya, sehingga ibunya mengatakan bahwa ia mungkin dapat dimasukkan ke dalam sebuah mug. Itulah sebabnya orang tidak berharap bahwa ia akan tetap hidup di dunia. Ayahnya, Isaac, adalah seorag petani yang cukup makmur. Ayahnya meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Dua tahun kemudian ibunya, Hannah Ayscough Newton, menikah dengan lelaki lain dan meninggalkan Newton dalam asuhan neneknya.

Newton memiliki awal yang buruk dalam masa sekolahnya. Di sekolah bahasa, dimana neneknya menempatkannya, ia dianggap sebagai murid yang miskin. Ia bahkan sering mendapatkan pukulan dari “jagoan-jagoan” sekolah. Kadang kepalanya dipukul dengan apel. Tetapi apun yang terjadi, hal itu menyebabkan kejeniusannya yang terpenjara oleh kulit kepalanya menjadi terbuka lebar. Anak ini telah membalikkan semua itu secara dramatis, pada awal karir akademisnya. Dia telah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kebanyakan dari kita, cepat atau lambat juga akan menanyakannya. Apa itu cahaya dan bagaimana ia dipancarkan? Apa yang menyebabkan bulan tetap mengorbit bumi dan planet-planet mengorbit matahari? Mengapa apel jatuh ke tanah?

Newton datang pada waktunya dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dan memberikan bukti positif untuk jawaban-jawaban ini. Di masa bocah dia sudah menunjukkan kecakapan yang nyata di bidang mekanika dan teramat cekatan menggunakan tangannya. Newton memulai sekolah saat tinggal bersama neneknya di desa dan selama pendidikannya ia mampu menyelesaikan sekolahnya tanpa disubsidi sama sekali.

Sejak usia 12 hingga 17 tahun, Newton mengenyam pendidikan di sekolah bahasa “The Kings School” yang terletak di Grantham (tanda tangannya masih terdapat di perpustakaan sekolah), dimana dia akhirnya menjadi anak terpandai di sekolahnya. Meskipun memiliki otak yang cemerlang di sekolah, tampaknya ia ogah-ogahan dan tidak banyak menarik perhatian. Saat bersekolah di Grantham dia tinggal di-kost milik apoteker lokal yang bernama William Clarke.

Masa Remaja

Tatkala menginjak akil baliq, ibunya mengeluarkannya dari sekolah dengan harapan anaknya bisa jadi petani yang baik. Newton nampaknya tidak menyukai pekerjaan barunya Untungnya sang ibu bisa dibujuk, bahwa bakat utamanya tidak terletak di situ. Akhirnya setelah meyakinkan keluarga dan ibunya dan dengan bantuan paman dan gurunya, Newton dapat menamatkan sekolah pada usia 18 tahun dengan nilai yang sangat memuaskan.

Pada tahun 1661, orang-orang yang tertarik akan bakatnya, mengupayakan bagaimana caranya agar dapat melihat Newton masuk ke Trinity College, di Universitas Cambridge. Di sinilah, Newton secara kilat menyerap apa yang kemudian terkenal dengan ilmu pengetahuan dan matematika, dan dengan cepat pula mulai melakukan penelitian sendiri. Pada bulan Oktober 1665, sebuah wabah epidemic telah memaksa universitas itu ditutup dan Newton kembali ke Woolsthorpe. Selama dua tahun, ia menghabiskan waktunya yang sangat berharga tersebut, untuk memikirkan tentang gravitasi, optik dan matematika.


Pada tahun 1667, ia kembali ke Cambridge dan menjadi anggota dari Trinity College. Dalam waktu singkat ia telah menjadi professor Lucasian kedua dalam bidang matematika, yang disandangnya sampai tahun 1696. Pada rentang usia 21 – 27 tahun dia sudah meletakkan dasar-dasar teori ilmu pengetahuan yang pada gilirannya kemudian mengubah dunia.

Sebelum meneruskan kuliah di Universitas Cambridge, Newton sempat menjalin kasih dengan adik angkat William Clarke, Anne Storer. Saat Newton memfokuskan dirinya pada pelajaran, kisah cintanya dengan Anne Storer menjadi semakin tidak menentu dan akhirnya Storer menikah dengan orang lain. Banyak yang mengatakan bahwa Newton, selalu mengenang kisah cintanya walaupun selanjutnya tidak pernah disebutkan Newton memiliki seorang kekasih dan ia bahkan tidak pernah menikah.

Masa Dewasa

Newton menjadi anggota perlemen Universitas Cambridge selama dua periode yaitu tahun 1689 – 1690 dan 1701 – 1702. Pada tahun 1696, Neton diangkat menjadi sipir dari Royal Mint dan menetap di London. Dia melaksanakan tugas pekerjaannya dengan sangat serius dan getol berkampanye melawan korupsi dan inefisiensi dalam organisasi. Sebelumnya, yaitu tqhun 1672, ia bersama dengan rekan-rekannya membentuk Royal Society dan tahun 1703, Newton menjabat sebagai presiden Royal Society ini hingga kematiannya. Ia mendapat gelar kebangsawanan pada tahun 1705 dari Ratu Anne.

Hasil karya

Tahun 1665, bekerja sama dengan Gottfried Leibniz, Newton mengembangkan teori kalkulus. Ia menulis tentang “Fluxions” (Kalkulus) dan hukum Gravitasi. Newton merupakan orang pertama yang menjelaskan tentang teori gerak dan berperan penting dalam merumuskan gerakan melingkar dari hukum Kepler, dimana Newton memperluas hukum tersebut dengan menyatakan bahwa suatu orbit gerakan melingkar tidak harus selalu berbentuk lingkaran sempurna (seperti elipse, hiperbola dan parabola).

Pada pertengahan tahun 1660-an Newton melakukan serangkaian penelitian terhadap komposisi cah
aya dan menemukan bahwa apa yang lazim disebut orang ”cahaya putih”, ternyata bila dipancarkan melewati sebuah prisma, akan memiliki spektrum warna yang sama seperti yang terlihat pada pelangi. Newton kemudian mendirikan studi tentang optik atau perilaku cahaya. Dia juga percaya bahwa sinar merupakan kumpulan dari partikel-partikel. Ia pun dengan sangat hati-hati melakukan analisa tentang akibat-akibat hukum pemantulan dan pembiasan cahaya.

Berpegang pada hukum ini, pada tahun 1668, ia merancang dan sekaligus membangun teropong refleksi pertama (cermin teleskop), yaitu model teropong bintang yang dipergunakan oleh sebagian besar astronom, saat ini. Penemuan ini telah menarik perhatian dan membuka mata masyarakat ilmiah tentang kejeniusannya. Penemuan baru untuk penelitian astronomi oleh Newton ini, telah merevolusi penelitian dibidang itu, Penemuan ini, berbarengan dengan hasil-hasil yang diperolehnya di bidang percobaan optik yang sudah diperagakannya, sebelumnya. Itu semua dipersembahkannya kepada lembaga peneliti kerajaan Inggris tatkala ia berumur dua puluh sembilan tahun.

Penemuan tersebut dan apa yang telah dilakukannya di sektor mekanika telah menghasilkan apa yang kini terkenal dengan sebutan “Hukum gerak Newton” yang pertama.

Newton juga mengembangkan hukum tentang pendinginan yang di dapatkan dari teori binomial, dan menemukan sebuah prinsip momentum dan angular momentum.

Meskipun Copernicus dan Galileo sudah menepis beberapa anggapan kuno tentang alam semesta dan telah menyuguhkan dalam pengertian yang lebih baik, namun tak ada satu pokok pikiran pun yang terumuskan dengan seksama, yang mampu membelokkan tumpukan pengertian yang sempit dan tak berdasar, seraya menyusunnya dalam suatu teori, yang memungkinkan berkembangnya ramalan-ramalan yang lebih ilmiah. Isaac Newton-lah, yang sanggup menyuguhkan kumpulan teori yang terangkum rapi dan meletakkan batu pertama ilmu pengetahuan modern, yang kini arusnya jadi panutan para ilmuan.

Newton sendiri sebenarnya agak ogah-ogahan menerbitkan dan mengumumkan penemuan-penemuannya. Gagasan-gagasan dasar, sebenarnya sudah disusunnya jauh sebelum tahun 1669. Tetapi banyak teori-teorinya yang baru diketahui public, bertahun-tahun sesudahnya. Penerbitan pertama penemuannya adalah menyangkut penjungkir-balikan anggapan lama tentang hal-ihwal cahaya. .

Keberhasilan Newton di bidang optik dan persembahannya yang terbesar dalam matematika, khususnya tentang “Kalkulus Integral” yang dipecahkannya pada saat berusia sekitar 23-24 tahun, telah menjadikannya sebagai ilmuan yang masyur. Penemuan ini merupakan hasil karya terpenting di bidang matematika modern. Bukan semata bagaikan benih yang menjadi awal tumbuhnya teori matematika modern, tetapi juga piranti yang tak terelakkan, yang tanpa penemuannya itu, kemajuan pengetahuan modern yang muncul sesudahnya, merupakan hal yang mustahil.

Tetapi dari penemuan-penemuan Newton, yang terpenting adalah di bidang mekanika, yaitu pengetahuan tentang gerak suatu benda. Galileo merupakan penemu pertama hukum yang melukiskan gerak sesuatu obyek, apabila tidak dipengaruhi oleh kekuatan luar. Meskipun pada dasarnya semua obyek dipengaruhi oleh kekuatan luar. Persoalan yang paling penting dalam ihwal mekanik adalah bagaimana obyek bergerak dalam keadaan itu. Masalah ini dipecahkan oleh Newton dalam hukum geraknya yang kedua dan dianggap sebagai hukum fisika klasik yang paling utama. Hukum kedua (secara matematik dijabarkan dcngan persamaan F = m.a) menetapkan bahwa akselerasi obyek adalah sama dengan gaya netto dibagi massa benda.

Selain kedua hukum itu, Newton menambah hukum ketiganya yang masyhur tentang gerak, yang menegaskan bahwa pada tiap aksi, misalnya kekuatan fisik, terdapat reaksi yang sama dengan yang bertentangan. Penemuannya yang paling termasyhur adalah penemuannya tentang kaidah ilmiah hukum gaya berat universal. Keempat perangkat hukum ini, jika digabungkan, akan membentuk suatu kesatuan sistem yang berlaku buat seluruh makro sistem mekanika, mulai dari pergoyangan pendulum hingga gerak planit-planit dalam orbitnya mengelilingi matahari yang dapat diawasi dan gerak-geriknya dapat diramalkan.

Newton tidak cuma menetapkan hukum-hukum mekanika, tetapi dia sendiri juga menggunakan alat kalkulus matematik, dan menunjukkan bahwa rumus-rumus fundamental ini dapat dipergunakan dalam memecahkan banyak problem.

Hukum Newton dapat dan sudah dipergunakan dalam skala luas bidang ilmiah serta bidang perancangan pelbagai peralatan teknis. Dalam masa hidupnya, eksperimen yang paling dramatis adalah di bidang astronomi. Di sektor ini pun Newton berdiri paling depan.

Tulisan Karya Newton

Newton, yang adalah seorang ilmuan dari Cambridge, saat itu, sedang bersaing langsung dengan Hooke, seorang ilmuan dari Oxford. Persaingan ini tampaknya mendorong Newton untuk menulis sebuah buku.
Tahun 1687, dengan dibantu oleh seorang astronom bernama Edmond Halley (astronom yang namanya diabadikan sebagai nama sebuah komet),

Newton berhasil menerbitkan sebuah buku karyanya yang masyhur yaitu Prinsip-prinsip matematika dalam filsafat alam (”Philosophiae Naturalis Principia Mathematica” atau yang biasa diringkas Principia saja). Buku ini ditulis selama 18 bulan dan merupakan hadiah Newton yang sangat besar, bagi manusia. Secara matematis, Principia hanya dapat dibandingkan dengan ”Euclid’s Element”.

Dalam buku itu Newton mendeskripsikan mengenai teori gravitasi secara umum, tentang hukum gaya berat dan tentang hukum gerak. Berdasarkan hukum gerak yang ditemukannya, benda akan tertarik ke bawah karena adanya gaya gravitasi. Ia juga menyatakan bahwa gravitasi merupakan sebuah kekuatan universal, dan berlaku untuk semua objek, di semua bagian alam semesta.

Dia menunjukkan bagaimana hukum-hukum itu dapat dipergunakan untuk memperkirakan secara tepat gerakan-gerakan planit-planit seputar sang matahari. Persoalan utama gerak-gerik astronomi adalah bagaimana memperkirakan posisi yang tepat dan gerakan bintang-bintang serta planit-planit, dengan demikian terpecahkan sepenuhnya oleh Newton hanya dengan sekali sambar. Atas karya-karyanya itu Newton sering dianggap seorang astronom terbesar dari semua yang terbesar.

Daftar karya Newton

• Method of Fluxions (1671)
• De Motu Corporum (1684)
• Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (1687)
• Opticks (1704)
• Reports as Master of the Mint (1701-1725)
• Arithmetica Universalis (1707)
• An Historical Account of Two Notable Corruptions of Scripture(1754)

Komentar Ilmuan Tentang Newton

Alam dan hukum alam tersembunyi di balik malam.
Tuhan berkata, biarlah Newton ada! Dan semuanya akan terang benderang. ALEXANDER POPE

Pendapat Kepala Akademi Ilmiah Berlin tentang Newton: "Newton ialah seorang jenius besar yang pernah ada dan paling beruntung, yang tak bisa kita temukan lebih dari suatu sistem dunia untuk didirikan." [See Shapley.]

Laplace, sarjana besar Perancis, pernah menyatakan bahwa buku ”Principia Newton” berada jauh di atas semua produk manusia genius yang ada di dunia. Dan Langrange sering menyatakan bahwa Newton adalah genius terbesar yang pernah hidup.

Sabtu, 06 November 2010

Alexander Graham Bell,

Alexander Graham Bell, lahir pada tanggal 3 Maret 1847 di Edinburg, Skotlandia. Graham Bell berasal dari keluarga yang sangat mementingkan pendidikan. Meskipun pada awalnya tidak seberapa mendapat pendidikan formal, tetapi Bell diajar dengan baik oleh keluarganya dan belajar sendiri. Ayahnya adalah seorang psikolog dan elocution bernama Alexander Melville Bell, sedangkan kakeknya Alexander Bell merupakan seorang Profesor elucution.

Pada saat dia bermukim di London, Bell sempat belajar tentang percobaan yang dilakukan oleh Herman Ludwig von Helmholtz berupa "tuning fork" dan magnet yang bisa menghasilkan bunyi yang terdengar nyaring. Kemudian baru pada tahun 1865, Bell mempelajari lebih mendalam tentang suara yang keluar dari mulut saat berbicara.

Pada masa kanak-kanaknya, dia telah memperlihatkan rasa ingin tahu yang sangat besar pada dunia ini, yang menyebabkan dia sering mengumpulkan contoh-contoh tumbuhan. Bersama teman baiknya yang memiliki penggilingan gandum, yang juga merupakan tetangganya, dia sering membuat keributan. Suatu hari ayah temannya berkata, "Mengapa kalian tidak membuat sesuatu yang lebih berguna?"

Saat itu Alexander Graham Bell bertanya, apa yang perlu di kerjakan. Dan ayah teman baiknya tersebut memberi tahu bahwa gandum itu harus di pisahkan dari kulitnya. Pada umur 12 tahun, Alexander membuat peralatan sederhana yang mengkombinasikan dayung yang berputar dengan serangkaian sikat dari paku untuk memisahkan gandum dengan kulitnya. Peralatan tersebut dapat beroperasi dengan baik selama bertahun-tahun, dan sebagai 'hadiahnya', ayah temannya memberikan mereka kesempatan untuk bermain di sebuah bengkel (workshop) kecil untuk membuat 'penemuan baru'.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Edinburg dan Universitas College di London, Bell memutuskan untuk menjadi asisten ayahnya, yang ahli dalam hal fisiologi vocal, memperbaiki pidato dan mengajar orang-orang tuli. Dia membantu orang-orang yang cacat pendengaran agar dapat belajar berbicara dengan metode yang telah diterapkan oleh ayahnya, yaitu dengan memperhatikan posisi bibir dan lidah lawan bicara.

Pada tahun 1870, Bell pindah ke Kanada. Tidak lama di Kanada, Bell kemudian pindah ke Amerika, tahun 1871. Di Amerika, Bell semakin tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan bunyi-bunyian, makanya dia tidak keberatan ketika harus mengajar di Sarah Fuller, Boston, negara bagian Massachusetts, yang merupakan sekolah khusus orang-orang tuli, pada tahun 1871. Di situ, Bell mempopulerkan suatu sistem yang disebut “bahasa visual”. Sistem ini awalnya dikembangkan oleh ayahnya, Alexander Melville Bell, yang menunjukkan bagaimana bibir, lidah, dan tenggorokan digunakan dalam menggambarkan suara. Selain itu, Bell juga bekerja sebagai guru privat. Dan ketika dirinya diangkat menjadi guru besar psikologi di Universitas Boston pada tahun 1873, Bell mengadakan suatu pertemuan khusus buat para guru yang menangani masalah murid-murid yang mengalami cacat pendengaran.

Hampir seluruh hidupnya, Bell menghabiskan waktunya untuk mengurusi masalah pendidikan orang-orang yang cacat pendengaran bahkan kemudian dirinya mendirikan American Association to Promote the Teaching of Speech to the Deaf.

Bell mulai melakukan penelitian dengan menggunakan phonatograph, multiple telegraph dan electric speaking telegraph dari tahun 1873 sampai 1876 yang dibiayai oleh dua orang ayah dari muridnya. Salah satu penyandang dananya adalah Gardiner Hubbard yang mempunyai seorang putri yang telinganya tuli bernama Mabel, wanita inilah yang dikemudian hari menjadi istri Bell.

Sejak usia 18 tahun, Bell telah meneliti gagasan bagaimana mengirimkan dan mentransfer perkataan. Tahun 1874 saat dia mengerjakan telegraph, dia mengembangkan gagasan dasar yang baru bagi telephone. Di kemudian hari Bell mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan suatu alat komunikasi dengan transmisi gelombang listrik. Bell pun mengajak temannya Thomas Watson untuk membantu menyediakan perlengkapannya. Penelitiannya dilakukan dengan menggunakan alat pengatur suara dan magnet, untuk menghantarkan bunyi yang akan dikirimkan, peristiwa ini terjadi pada tanggal 2 Juni 1875.

Akhirnya terciptalah karya Bell sebuah pesawat penerima telepon dan pemancar yang bentuknya berupa sebuah piringan hitam tipis yang dipasang di depan electromagnet. Baru pada tanggal 14 Februari 1876, Bell mematenkan hasil penemuannya, tapi oleh US Patent Office, penemuan Bell ini, beberapa minggu kemudian baru resmi dipatenkan pada tanggal 7 Maret untuk “electric speaking telephone”, ia pun kemudian mendapatkan imbalan dari penemuannya tersebut.
Yang menarik sekali untuk dicatat adalah bahwa pada hari yang sama, seorang lain bernama Elisha Gray juga mengumpulkan penemuannya mengenai peralatan serupa dengan apa yang diperbuat Bell, untuk dipatenkan, dan hanya selisih beberapa jam saja.

Bell terus memperbarui penemuannya dan untuk pertama kalinya dia berhasil mengirimkan suatu kalimat berbunyi “Watson, come here, I want you” pada tanggal 10 Maret 1876.

Tak lama sesudah patennya diterima, Bell mempertontonkan tilpun di pameran 100 tahun kota Philadelphia. Penemuannya menarik perhatian besar publik dan mendapat penghargaan atas hasil karyanya. Tetapi, The Western Union Telegraph Company yang menawarkan uang sebesar $100.000 buat penemuan alat itu, mengelak membayarnya. Karena itu, Bell dan kawan-kawannya, di bulan Juli 1877, mendirikan perusahaan sendiri, Bell Telephone Company, yang menjadi cikal bakal dari American Telephone and Telegraph Company sekarang. Peralatan tilpun ini dengan cepat mencapai sukses secara komersial dan terjual secara besar-besaran. Sakarang ini AT & T merupakan perusahaan bisnis yang terbesar di dunia.

Bell dan istrinya yang di bulan Maret 1879 memegang 15 persen saham dari perusahaan itu tampaknya tak punya bayangan betapa akan fantastisnya keuntungan yang bakal diterima oleh perusahaan itu. Dalam tempo cuma tujuh bulan, mereka sudah jual sebagian besar saham mereka dengan harga rata-rata $250 per saham. Di bulan Nopember harganya sudah melesat naik jadi $1000 per saham! (Di bulan Maret itu isterinya-lah yang mendesak buru-buru jual karena dia khawatir harga saham tak akan sampai setinggi itu lagi!) Di tahun 1881 dengan gegabah mereka jual lagi sepertiga jumlah sisa saham yang mereka punyai. Meski begitu, toh dalam tahun 1883 mereka sudah bisa peroleh keuntungan seharga sekitar sejuta dolar.

Kendati penemuan tilpun sudah mengorbitkan Bell jadi kaya-raya, dia tak pernah berhenti meneruskan penyelidikannya, dan dia berhasil menemukan lagi pelbagai alat yang berguna walau tidak sepenting tilpun. Minatnya beraneka ragam, tetapi tujuan utamanya adalah menolong orang tuli. Istrinya sendiri tadinya gadis tuli yang dilatihnya sendiri. Empat anak, dua lelaki dua perempuan, keluar berkat perkawinan tetapi sayang keempatnya meninggal saat masih berusia muda. Tahun 1882 Bell jadi warganegara Amerika Serikat dan meninggal tahun 1922.

Tapi, Benarkah Graham Bell, penemu telepon?

Ternyata kita salah, ternyata sebelumnya sudah ada orang yang membuat telpon. Dia adalah Antonio Meucci.

Antonio Meucci lahir di San Frediano, dekat kota Firenze pada tahun 1808. Ia adalah salah satu lulusan Akademi Kesenian Firenze. Dia menemukan telpon sejak pertama kali dia menginjakkan kaki di Amerika. Penemuan pertamanya sebenarnya bukanlah telepon, melainkan sebuah peralatan listrik yang bernama Teletrofono.

Ia baru membuat telepon pada tahun 1849 di Milano, Italia. Pada tahun 1850 ia pindah ke Staten Island, New York. Tetapi pada saat yang bersamaan, ia mengalami kecelakaan karena meledaknya kapal feri Staten Island. Meucci mengalami luka bakar serius dan memerlukan banyak biaya untuk pengobatannya. Karena hal itulah ia menjadi jatuh miskin, dan gagal untuk memperpanjang patennya, pada tahun 1871.

Mengetahui hal ini, Alexander Graham Bell pun mematenkan penemuannya. Ketika paten Alexander Graham Bell didaftarkan pada tahun 1876, Antonio Meucci tidak tinggal diam. Ia mengirimkan gambar sketsa dan model asli peralatannya ke Lab Western Union. Tetapi sungguh tidak disangka, ternyata Alexander Graham Bell juga bekerja di tempat itu, dan semua sketsa milik Antonio Meucci pun hilang secara misterius.

Pada tahun 1876, Alexander Graham Bell menyandang status sebagai penemu telepon. Mendengar hal seperti ini lagi, Antonio Meucci tidak tinggal diam. Ia mencari pengacara untuk memprotes hal ini pada Kantor Paten Amerika Serikat, di Washington.

Setelah permusuhannya dengan Alexander Graham Bell dan Western Union berlangsung cukup lama, ia pun mengalami kelelahan. Pada 18 Oktober tahun 1889, Antonio Meucci meninggal dunia. Setelah meninggalnya Antonio Meucci, baru terungkap bahwa Alexander Graham Bell menyetujui membayar 20 persen keuntungan komersil atas penemuannya selama 17 tahun kepada Western Union. Dan pada 11 Juni 2002, kongres Amerika Serikat, menetapkan bahwa, Antonio Meucci adalah sebagai penemu telepon.